Tinggal menghitung hari. Kita tak bisa mundur lagi. Ujian nasional dan pelepasan. Hal yang mungkin sangat berat.
Ujian nasional. Mungkin hampir setengah dari kita merasa belum siap dengan ujian nasional. Belum menguasai materi dengan baik, belum memahami semua materi setiap mata pelajaran dengan baik. Tapi siap atau tidak siap, kita di tuntut untuk siap. Bagaikan berperang di medan tempur, kita harus mempersiapkan senjata dengan baik agar kita bisa memenangkan pertempuran ini. Tapi jika kita bersantai-santai, bahkan berleha-leha seperti ini? Akankah kita memenangkan pertempuran ini? Entah.
Pelepeasan. Saat kita mengalami sebuah pertemuaan, suatu saat akan ada perpisahan. Misalkan saja, pagi hari kita bertemu ayah dan ibu, lalu kita berpamit untuk sekolah. Bukankah itu adalah salah satu dari perpisahan? Ya, perpisahan jangka pendek. Bagaimana dengan kita berpisah dengan teman-teman kita, untuk melanjutkan cita-cita kita? Mungkin ada sebagian dari kita yang merantau di berbagai daerah di Indonesia, atau bahkan ke daerah manca negara. Dan kita tidak pernah tahu kapan kita dipertemukan kembali.
Saat kau tanyakan pada ku, apa yang aku rasakan, aku akan menjawab, aku merasakan semua nya. Sedih, rindu, senang, gembira, haru, semua. Di hari-hari sebelum kita berpisah ini, kita sering bertanya-tanya, "gak bakal makan bareng dikelas lagi ya" , "gak bakal bisa bolos lagi" , "gak bakal bisa ngejahilin guru lagi" , "gak bakal bisa nge-jodoh-jodohin temen lagi ya" .
Dan masih banyak "gak bakal" yang akan membuat mata kita sedikit berkaca-kaca. Sungguh, aku sendiri sangat membenci perpisahan. Mungkin nanti, beberapa tahun lagi, aku masih mengingat kalian, tapi kalian tidak mengingatku. Ataupun sebaliknya.
Waktu berjalan dengan begitu cepat. Seiring dengan berjalannya waktu, kita semakin bisa menghargai waktu. Kita memanfaatkan waktu dengan sangat amat baik. Kita mengukir berbagai kenangan, membuat kenangan, yang tidak akan kita lupakan.
Masa putih-abu memang masa terindah diantara semua masa. Di putih-abu lah kita belajar mendewasakan diri. Di putih-abu juga kita belajar mencintai lawan jenis. Memendam rasa, cemburu, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta segitiga, cinta diam-diam. Semua kita rasakan di putih-abu. Masa dimana kita menjalin kekompakkan melalui berbagai kegiatan yang diadakan oleh sekolah maupun osis. Disaat kita latihan gerak jalan, bersama-sama menghias kelas, berusaha bersama untuk melakukan yang terbaik demi kelas yang kita milikki. Disitulah kebersamaan kita di uji. Kadangkala kita diuji dengan masalah, kita kadang bertengkar, memperdebatkan suatu masalah yang mungkin terlihat sepele. Kadang kita bersatu untuk melawan kelas yang mungkin dengki terhadap kelas kita.
Ade, dewa komang, dede, gita, tesa, dewa ketut, yoga putra, sukaidep, yuda suryawan, ariawan, dayu, indah, dwi febri, hendrawan, pasek, pastika, satria, yardi, riski, wisnu, yoga permadi, kishi, natasari, bobby, agustina, dewi puspa, citra, eka, risma, yuni, nita, pramitha, amelia, ayu devi, widhy dan yuliana. 36 siswa yang sering terlibat konflik, debat pelik, perseteruan dan berbagai hal yang membuat kita bersama.
Mungkin lain kali, akan aku sambung lagi. Hey, Sains Five. I'd really love you.
-to be continued