Saturday, April 20, 2013

Bukan Ikut Campur

Sebenarnya, emosi ku udah di ubun-ubun. Rasa keingintahuanku sudah sampai titik akhirnya.
Pingin banget nanyain hal ini ke kamu, "kamu kenapa sih sama dia?" , tapi kata-kata itu terus tak berucap. Hanya berdiam diujung bibir, tak sempat dilepaskan.
Twitter, facebook dan personal message BlackBerry kalian- kau dan dia, membuat rasa keingin tahuanku semakin memuncak. Kalian berbalas pesan, tetapi tidak dengan suasana harmonis. Dengan sedikit rasa emosi.
Entah mengapa, aku yang terlihat emosi melihat kau di injak-injak olehnya!
Tidak bisa kah kau sedikit berontak? Atau minimal meyeruakkan kata "Stop talking bit*ch!"
Aku tak tau ada masalah apa yang membuat kalian konflik. Aku ingin bertanya, tapi aku takut dikatakan ikut campur. Aku peduli, tapi aku tak tau bagaimana mengatakan padamu bahwa aku peduli?
Cemburu...
YA, rasa itu ada, bahkan saat ada pertengkaran sepewrti ini, aku masih sempat saja memiliki rasa cemburu. Bodoh.
Perasaan tidak mungkin salah, hanya tidak tepat.
Dan kini, aku hanya bisa berdiam diri, melihat kalian berseteru dengan panasnya.
Aku bagaikan penguntit yang terus stalking semua social media milik kalian.
Aku hanya ingi tau, masalah apa yang kalian ributkan. Tidak bermaksud ikut campur. Hanya ingin tahu....

No comments:

Post a Comment