Saturday, April 27, 2013

I miss the old You.


                Romy bukanlah Romy yang dulu. Dia telah berubah. Entah ini hanya perasaan ku saja atau memang ini yang sesungguhnya. Romy bukanlah pria yang selalu berada di sisiku, yang selalu mengatai aku ‘bodoh’, yang terkadang mengajari aku bagaimana cara yang benar untuk melihat rasi bintang, bagaimana cara melihat bintang dengan benar, bahkan dia selalu mengacak-acak rambut ku jika aku terlalu lama menangkap apa yang dia maksud. Ah, i miss that moment so,Rom.
                Sudah sekian lama aku tidak pernah bercanda, bertukar pendapat dan bersama dengan Romy. Dia seakan menghilang dari kehidupanku. Dia tidak pernah bertegur sapa denganku, tidak pernah memulai pembicaraan jika bukan aku yang memulainya, tidak pernah mengirimiku pesan singkat seperti yang biasa dia lakukan terdahulu.
                Tepatnya kemarin, saat pembinaan astronomi. Saat aku ingin keluar kelas, aku berpapasan dengan Romy, ia baru saja datang. Dia terlambat. Tidak seperti Romy yang biasanya. Saat itu terpaksa melemparkan senyumku untuknya, agar aku tak dikira sombong. Tapi tak kusangka, senyumanku hanya dianggap angin lalu olehnya. Yang aku rasakan saat itu hanya satu; malu. Aku sangat benci dirinya yang sekarang. Sangat dingin dan menjengkelkan.
                Aku tidak tau apalagi maksudnya. Setelah tidka menghiraukan senyumanku tadi, sekarang ia mengambil tempat duduk di depanku. Ya,tepat didepanku. Aku yang pada saat itu sudah sangat emosi akan sikapnya, tidak memerdulikannya lagi. Aku langsung berpindah tempat duduk di paling depan dengan beralasan tidak dapat berkonsentrasi. Aku tidak peduli akan tatapan mata Romy yang mengikuti gerak gerik tubuhku yang menjauhi kehadirannya, yang dianggap tidak mengharapkan kehadirannya pada saat itu. Aku tertawa bahagia karena aku berhasil menjauh darinya. Tapi apakah itu apa yang sesungguh nya yang aku rasakan? Apakah aku bahagia ketika aku jauh darinya? Sepertinya tidak. Saat itu aku benar-benar telah merasa menyakiti perasaanya. Ah tapi siapa peduli. Jika aku peduli padanya, akankah dia memerdulikanku? Aku yakin tidak.
                Aku pun mengikuti pembinaan astronomi itu dengan perasaan yang sangat tenang. Sangat tenang? Ya, sangat tenang karena aku tidak harus melihat sikap cuek bebek Romy yang membuatku uring-uringan itu. Sungguh, aku merindukan kamu Rom. Kamu yang biasanya ada disebelahku, bersandar dibahuku, selalu denganku. Ada apa denganmu Rom? Mengapa kamu menjauh?

No comments:

Post a Comment