Kamu ada masalah apa? Cerita dong ke aku, siapa tahu aku bisa bantu.''
Hahh... Kata-kata itu tak sempat ku ketikkan smartphone ku yang sedari tadi hanya ada di genggaman tanganku. Sejak kapan sih aku jadi pengecut seperti ini?
Bahkan hanya untuk mengirimkan sebuah pesan singkat tanpa harus bertatap muka dengan orang yang kukirimi pesan saja tidak berani.
'Kalau aku SMS patsti gak bakal dibales. Duh'
Hanya itu yang selalu ku ucapkan saat aku ingin mengiriminya sebuah pesan singkat. Sehingga aku pun tak pernah mengiriminya pesan.
Hingga suatu hari, smartphone ku berbunyi, aku pun dengan enggan meraih telepon genggamku itu. Saat kulihat layar handphone ku, aku terbelalak. Diam membisu.
Dika? Kernapa dia tumben ngeSMS aku ya? Tanyaku dalam hati, karena selama ini, aku sangat takut untuk mengiriminya pesan singkat karena takut tidak dia balas. Tapi ternyata, hari ini, malah dia yang mengirimi aku pesan.
'Kenapa dika? Tumben sms nih..' Entah mengapa aku sempat mengetikkan kata 'Tumben sms nih' , awalnya aku tak tau maksud kalimat itu. Tapi belakangan aku tau, bahwa kalimat itu berarti 'Kamu kemana aja sih? Gak tau ya kalo aku kangen kamu!' . Hati tidak pernah salah dalam bertindak.
'gak kenapa sih, cuma pengen aja gitu ngirimin kamu SMS, boleh kan? Hehe..'
'Aku kangen kamu Dika.. Tapi kidding. Hihi..'
Yes! Aku bisa SMS an sama dia lagi. Aku selalu menikmati masa-masa dimana aku tersenyum sendiri ketika membaca pesan darinya. Hah, kenapa aku ini?
Ternyata aku sangat merindukannya, sangat teramat!
Bahkan hanya untuk mengirimkan sebuah pesan singkat tanpa harus bertatap muka dengan orang yang kukirimi pesan saja tidak berani.
'Kalau aku SMS patsti gak bakal dibales. Duh'
Hanya itu yang selalu ku ucapkan saat aku ingin mengiriminya sebuah pesan singkat. Sehingga aku pun tak pernah mengiriminya pesan.
Hingga suatu hari, smartphone ku berbunyi, aku pun dengan enggan meraih telepon genggamku itu. Saat kulihat layar handphone ku, aku terbelalak. Diam membisu.
Dika? Kernapa dia tumben ngeSMS aku ya? Tanyaku dalam hati, karena selama ini, aku sangat takut untuk mengiriminya pesan singkat karena takut tidak dia balas. Tapi ternyata, hari ini, malah dia yang mengirimi aku pesan.
'Kenapa dika? Tumben sms nih..' Entah mengapa aku sempat mengetikkan kata 'Tumben sms nih' , awalnya aku tak tau maksud kalimat itu. Tapi belakangan aku tau, bahwa kalimat itu berarti 'Kamu kemana aja sih? Gak tau ya kalo aku kangen kamu!' . Hati tidak pernah salah dalam bertindak.
'gak kenapa sih, cuma pengen aja gitu ngirimin kamu SMS, boleh kan? Hehe..'
'Aku kangen kamu Dika.. Tapi kidding. Hihi..'
Yes! Aku bisa SMS an sama dia lagi. Aku selalu menikmati masa-masa dimana aku tersenyum sendiri ketika membaca pesan darinya. Hah, kenapa aku ini?
Ternyata aku sangat merindukannya, sangat teramat!
Walaupun hanya sebuah pesan singkat yang terkesan sepele, tapi itu sangat berarti untukku.
Pesan singkat itu sangat berarti untukku. Aku pun memasukkan SMS nya di salah satu save message ku.
Entah mengapa, aku jadi senaif ini. Semua hanya satu, gara-gara: cinta.
Pesan singkat itu sangat berarti untukku. Aku pun memasukkan SMS nya di salah satu save message ku.
Entah mengapa, aku jadi senaif ini. Semua hanya satu, gara-gara: cinta.
comment ya :)
ReplyDeletecieeeee
ReplyDelete