Saturday, April 27, 2013

Just Camera


                HAH! Pagi ini Kesha sangat tidak ingin masuk kesekolah. Bukan karena apa, tapi hari ini adalah hari pasca-UAS disekolahnya. Sejak tadi pagi, Kesha dan kelima teman-temannya hanya berdiam diri dikelas. Menonton film drama korea yang diputar di laptop teman Kesha. Kesha sudah mati bosan sejak ia memasuki kelas. Ia tak berniat sama sekali untuk melihat ke lapangan dan menonton cowok-cowok yang bermain futsal disana. Kesha tidak suka menjadi satu dari puluhan cewek gila yang meneriakkan orang bermain futsal. Hanya membuang-buang tenaga dan tidak ada artinya. Jadinya sekarang dia hanya seperti orang gila di kelas.
                Kesha pun tidak ingin dia hanya menonton film drama yang akhirnya happy ending itu selama 4 jam kedepan. Kesha pun mengajak teman-temannya beraksi di depan kamera papa nya yang berhasil ia pinjam tanpa ijin tadi pagi. Berbagai macam gaya ia ungkapkan di depan kamera. Maklum saja, Kesha adalah salah satu photoholic. Ribuan pose dirinya memenuhi laptop kesayangannya.
                Mereka akhirnya bosan karena tidak ada hal yang bisa dilakukan. Mereka pun memilih untuk duduk lesehan di depan kelas. Benar-benar tidak ada pekerjaan yang bisa mereka lakukan selain menghitung berapa orang yang melewati kelas mereka. Jam pun terus berjalan, dan akhirnya sebentar lagi adalah jam pulang. Kelas bertambah ramai karena teman-teman cowok kelas Kesha sudah kembali ke kelas karena mereka telah selesai bermain futsal. Saat Kesha sedang asik bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba salah seorang teman Kesha memanggil seseorang yang sedang melewati kelas Kesha dan membawa kamera. Teman Kesha itu, Sintya, yang tak kalah narsis dari Kesha pun meminta seseorang itu tadi untuk mengambil foto mereka yang sedang bermain. Kesha pun sangat kaget bahwa laki-laki itu ROMY. Orang yang saat ini paling tidak ingin ditemuinya. Kesha pun tersenyum dengan terpaksa saat beberapa kali bunyi ‘klik’ terdengar dari kamera Romy. Sintya yang ingin mencoba memegang kamera Romy pun langsung mengambil alih menjadi tukang foto. Dan betapa sialnya Kesha, saat Romy mencari tempat untuk mengambil posisi berfoto, Romy berdiri di sebelah Kesha, karena kebetulan hanya tersisa satu tempat disitu saja. Kesha pun tidak mampu tersenyum. Hanya memasang wajah datar. Bagaimana tidak, orang yang saat ini paling anti ditemuinya malah berdiri disebelah nya dan berfoto bersama. Sial. Tapi Kesha tidak dapat memungkiri perasaan itu. Perasaan saat Romy berada disebelahnya, disampingnya. Tapi saat ini, Romy tidak sehangat dulu, ia begitu dingin, sedikit ada kesan ‘keterpaksaan’ saat ia berdiri disebelah Kesha. Perubahan sikap Romy yang begitu signifikan membuat Kesha bingung sendiri. Entah ada kesalahan apa atau perbuatan Kesha yang bagaimana yang membuat Romy seperti itu. Kesha hanya ingin Romy mengatakan apa yang menyebabkan ia seperti itu. Bukankah sungguh menyakitkan jika seseorang yang sudah terbiasa dengan kita tiba-tiba menjauh dan menjadi dingin?

No comments:

Post a Comment