HAH!
Pagi ini Kesha sangat tidak ingin masuk kesekolah. Bukan karena apa, tapi hari
ini adalah hari pasca-UAS disekolahnya. Sejak tadi pagi, Kesha dan kelima
teman-temannya hanya berdiam diri dikelas. Menonton film drama korea yang
diputar di laptop teman Kesha. Kesha sudah mati bosan sejak ia memasuki kelas.
Ia tak berniat sama sekali untuk melihat ke lapangan dan menonton cowok-cowok
yang bermain futsal disana. Kesha tidak suka menjadi satu dari puluhan cewek
gila yang meneriakkan orang bermain futsal. Hanya membuang-buang tenaga dan
tidak ada artinya. Jadinya sekarang dia hanya seperti orang gila di kelas.
Kesha
pun tidak ingin dia hanya menonton film drama yang akhirnya happy ending itu
selama 4 jam kedepan. Kesha pun mengajak teman-temannya beraksi di depan kamera
papa nya yang berhasil ia pinjam tanpa ijin tadi pagi. Berbagai macam gaya ia
ungkapkan di depan kamera. Maklum saja, Kesha adalah salah satu photoholic. Ribuan
pose dirinya memenuhi laptop kesayangannya.
Mereka
akhirnya bosan karena tidak ada hal yang bisa dilakukan. Mereka pun memilih
untuk duduk lesehan di depan kelas. Benar-benar tidak ada pekerjaan yang bisa
mereka lakukan selain menghitung berapa orang yang melewati kelas mereka. Jam
pun terus berjalan, dan akhirnya sebentar lagi adalah jam pulang. Kelas
bertambah ramai karena teman-teman cowok kelas Kesha sudah kembali ke kelas
karena mereka telah selesai bermain futsal. Saat Kesha sedang asik bermain
bersama teman-temannya, tiba-tiba salah seorang teman Kesha memanggil seseorang
yang sedang melewati kelas Kesha dan membawa kamera. Teman Kesha itu, Sintya,
yang tak kalah narsis dari Kesha pun meminta seseorang itu tadi untuk mengambil
foto mereka yang sedang bermain. Kesha pun sangat kaget bahwa laki-laki itu
ROMY. Orang yang saat ini paling tidak ingin ditemuinya. Kesha pun tersenyum
dengan terpaksa saat beberapa kali bunyi ‘klik’ terdengar dari kamera Romy. Sintya
yang ingin mencoba memegang kamera Romy pun langsung mengambil alih menjadi
tukang foto. Dan betapa sialnya Kesha, saat Romy mencari tempat untuk mengambil
posisi berfoto, Romy berdiri di sebelah Kesha, karena kebetulan hanya tersisa
satu tempat disitu saja. Kesha pun tidak mampu tersenyum. Hanya memasang wajah
datar. Bagaimana tidak, orang yang saat ini paling anti ditemuinya malah berdiri
disebelah nya dan berfoto bersama. Sial. Tapi Kesha tidak dapat memungkiri
perasaan itu. Perasaan saat Romy berada disebelahnya, disampingnya. Tapi saat
ini, Romy tidak sehangat dulu, ia begitu dingin, sedikit ada kesan ‘keterpaksaan’
saat ia berdiri disebelah Kesha. Perubahan sikap Romy yang begitu signifikan
membuat Kesha bingung sendiri. Entah ada kesalahan apa atau perbuatan Kesha
yang bagaimana yang membuat Romy seperti itu. Kesha hanya ingin Romy mengatakan
apa yang menyebabkan ia seperti itu. Bukankah sungguh menyakitkan jika
seseorang yang sudah terbiasa dengan kita tiba-tiba menjauh dan menjadi dingin?
No comments:
Post a Comment