Tepat
sebulan sudah hubungan kita merenggang seperti ini. Tak pernah bertegur sapa
layaknya tak saling kenal. Tak saling melempar senyum. Orang asing...
Hujan..
Aku selalu percaya hujan memiliki kesan tersendiri bagi setiap orang. Tepat
sore tadi, hujan lah yang menyatukan kekakuan hubungan kita. Walau tak
sepenuhnya mencair, setidaknya tidak serenggang dan sekaku kemarin. Sebenarnya
aku heran, sedari pagi hingga siang hari tadi, tidak ada tanda-tanda bahwa
langit akan menumpahkan isi nya. Bahkan aku tidak sempat melihat adanya
awan-awan hitam yang menggelayut di langit siang itu. Entah darimana datangnya,
saat kita duduk bersebelahan memandang langit, hujan turun dengan derasnya. Aku
dan dia saling memandang, mata kami bertemu, kami terdiam untuk beberapa saat.
Mata itu, mata yang hangat. Mata yang dulu selalu membuat ku meleleh. Senyuman
itu, senyuman yang selalu aku beri sebutan ‘ice
breaker’. Ah, walau hampir sebulan aku tidak berkomunikasi dengannya, dia
tidak banyak berubah. Dia masih seperti yang dulu... Laki-laki yang hangat. Laki-laki
yang bisa membuatku tersenyum setiap saat. Kini, setelah satu bulan aku tidak merasakan hangat
dirinya, kini aku kembali merasakannya. Tepat dihari ini, di hari satu bulan
kami kehilangan komunikasi. Aku membuka percakapan dengannya. Aku merasakan
kecanggungan dan kekakuan di nada bicara kami. Kami layak nya dua insan yang
baru saja berkenalan 5 menit yang lalu.
Aku
sangat ingin mengetahui alasan mengapa ia menjauhiku terdahulu. Tapi pertanyaan
itu tak kunjung ku lontarkan padanya. Ada sedikit rasa takut saat aku
menanyakannya. Aku takut dengan jawaban yang akan ia berikan. Jadi aku memilih
untuk diam dan menikmati dinginnya hujan bersama dengannya. Aku mulai bercanda
dengannya walau terkesan membosankan dan canggung. Mata kami sering bertemu. Aku
merasakan mata kami ingin mengatakan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa
itu.
Ah, aku
sangat merindukanmu. Sangat. Apakah hanya hari ini saja kita seperti ini? Apakah
esok kita akan tetap seperti hari ini? Kembali bersenda gurau, bercakap-cakap,
bergosip dan melakukan hal aneh bersama. Akankah?
Aku
memikirkan berbagai macam kemungkinan. Aku terdiam menatapi butiran-butiran
hujan yang mulai membasahi tanah ini. Kau pun terdiam. Kita ada dibawah hujan,
terdiam dalam diam, hanya ada suara rintik hujan. Bisakah hujan lebih
mencairkan suasana ini? Aku benar-benar merasa canggung, kikuk, grogi, dan
segala macam perasaan saat kita baru pertama berkenalan dengan orang baru. Tapi
aku tetap menghargai betapa berharganya hari ini. Akan selalu aku ingat di
memori otakku ini.
Sungguh,
aku sangat berterima kasih dengan datangnya hujan hari ini. Entah
berterimakasih untuk hal apa, aku hanya ingin berterima kasih. Memang benar
kan, hujan memiliki senandung berbeda-beda di setiap telinga yang mendengarnya.
Hujan juga membuat kenangan kita lebih terasa. Ah hujan.. Aku menyukai
senandung hujan yang saat ini Ia senandungkan....
Like
ReplyDelete